Pengertian, Rukun dan Syarat, Serta Macam-Macam Jual Beli Dalam Islam

Pengertian, Rukun dan Syarat, Serta Macam-Macam Jual Beli Dalam Islam - Halo sobat, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang pengertian jual beli dalam islam serta rukun dan macam-macamnya jual beli yang perlu sobat ketahui. Jual beli merupakan kebiasaan kita, hampir setiap hari kita sering melakukan jual beli baik berupa produk barang dan jasa, untuk itu perlu halnya kita mengetahui seluk beluk jual beli dalam islam supaya proses jual beli halal dan tidak mengandung unsur riba serta tidak merugikan penjual dan pembeli. Langsung saja kita mulai dari pengertian berikut ini.

pengertian jual beli dalam islam

1. Pengertian jual beli

Jual beli sebagai sarana tolong menolong sesama manusia. Di dalam islam jual beli mempunyai dasar hukum dari Alquran dan sunnah. Jual beli adalah persetujuan saling mengikat antar penjual (yakni pihak yang menyerahkan atau menjual barang) dan pembeli (Sebagai pihak yang membayar atau membeli barang yang dijual).

Beberapa dalil yang dapat digunakan sebagai dasar pelaksanaan jual beli antara lain:

Al baqarah ayat 275, yang artinya:".....Dan allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba..." (Q.S Al Baqarah: 275)

Allah swt berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." (Q.S An Nisa: 29)


2. Rukun dan syarat jual beli
  • Orang yang melaksanakan akad jual beli (penjual dan pembeli). Adapun syarat-syarat yang harus dimiliki oleh penjual dan pembeli. antara lain: Berakal, balig, atas kehendak sendiri (tidak ada paksaan).
  • Barang yang diperjual belikan. Syarat-syarat barang yang diperjual belikan antara lain barang yang halal, ada manfaatnya, ada ditempat atau tidak ada tapi sudah tersedia ditempat lain, milik si penjual atau dibawah kekuasaannya, serta diketahui oleh pihak penjual dan pembeli secara jelas.
  • Sigat (ijab kabul). Ijab merupakan ucapan penyerahan dari pihak penjual, dan kabul adalah ucapan menerima dari pihak pembeli.


3. Macam-macam jual beli
  • Jual beli sah dan tidak terlarang, yaitu jual beli yang rukun-rukun dan syarat-syaratnya terpenuhi.
  • Jual beli terlarang dan tidak sah (batil), yaitu jual beli yang salah satu atau seluruh rukunnya tidak terpenuhi atau jual beli yang pada dasar dan sifatnya tidak disyariatkan (disesuaikan dengan ajaran islam)
  • Jual beli yang sah tetapi terlarang (fasid), yaitu jual beli yang memenuhi syarat dan rukun tetapi banyak menimbulkan keburukan.


4. Larangan-larangan dalam jual beli

Dalam jual beli terdapat juga beberapa larangan yang harus dihindari supaya jual beli menjadi halal dan tidak terlarang, diantaranya adalah sebagai berikut.
  • Menyembunyikan kecacatan barang.
  • Sumpah dalam jual beli.
  • Bersaing secara tidak sehat.
  • Spekulasi dengan cara menimbun barang untuk mendapat keuntungan besar.


Nah, demikianlah Pengertian, rukun, dan macam macam jual beli dalam islam, semoga dengan membaca artikel ini dapat semakin menambah wawasan sobat mengenai jual beli dalam syariat islam. Sekian artikel pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat.

0 Response to "Pengertian, Rukun dan Syarat, Serta Macam-Macam Jual Beli Dalam Islam"

Posting Komentar

~ Bila ada pertanyaan dan masukan, silahkan tinggalkan komentar sobat ~

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel