Penjelasan mujahadah an nafs (pengendalian diri)

Pengertian mujahadah an nafs - Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas materi agama islam mengenai mujahadah an nafs. Materi ini kita pelajari pada kelas X. Mujahadah an nafs mencerminkan kesabaran dalam diri kita, lebih tepatnya adalah kontol diri, mari kita mulai pembahasan dari pengertian sampai ayat al qur'an yang membicarakan tentang mujahadah an nafs.

penjelasan mujahada an nafs


1. Pengertian mujahadah an nafs

Arti mujahadah, menurut bahasa ialah perang, sedangkan menurut aturan syara' ialah memerangi nafsu amarah dan memberi beban kepadanya, menurut istilah ahli hakikat mujahadah adalah untuk melakukan sesuatu yang berat baginya yang sesuai dengan aturan syara' (agama). Sebagian ulama mengatakan mujahadah adalah tidak mengikuti kemauan nafsu dan menahan nafsu dari kesenangannya.

Dengan demikian mujahadah adalah tindakan perlawanan terhadap nafsu yang lazim disebut dengan mujahadah an nafs. Ujung dari keberhasilan mujahadah adalah munculnya kebiasaan dari shalikin untuk menghiasi dirinya dengan zikrullah sebagai cara untuk membersihkan hatinya dan sebagai upaya untuk musyahadah (merasakan adanya kehadirat allah swt).

Mujahadah an nafs merupakan perbuatan yang berat. Meskipun berat allah menjanjikan jalan keluar bagi orang beriman yang bersungguh sungguh berjuang mengendalikan nafsunya. Sebagaimana firman allah : "Orang-orang yang berjihad di jalan kami, pasti akan kami tunjukkan kepadanya jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik" (QS al-Ankabut: 69).

Baca juga: Isi kandungan surah al humazah dan at takasur

2. Surah al Anfal ayat 72 tentang mujahadah an nafs.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَٰئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُمْ مِنْ وَلَايَتِهِمْ مِنْ شَيْءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا ۚ وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya:
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain saling melindungi. Dan (terhadap) orang orang yang beriman, tetapi belum berhijrah maka tidak ada kewajiban sedikitpun bagimu melindungi mereka, sampai mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah terikat perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan allah maha melihat apa yang kamu kerjakan." (QS Al Anfal: 72).

3. Kandungan surah al anfal ayat 72

Kandungan surah al anfal ayat 72 dapat dijabarkan sebagai berikut.
  • Allah memberikan derajat tertinggi dan mulia di sisi-Nya bagi orang yang berhijrah bersama nabi muhammad saw. Dalam hal ini allah menerangkan tentang proses hijrah nabi yang di ikuti oleh sahabat-sahabat nabi yang rela berkorban dan meninggalkan nafsu duniawi dan memilih berjuang di jalan allah.
  • Hendaknya umat islam turut berjuang di jalan allah, bersedia menanggung segala resiko dan duka perjuangan. Siap berkorban dengan harta dan jiwa serta merasa berkewajiban membantu dan menolong satu sama lainnya bila di timpa suatu bahaya atau malapetaka.
  • Umat islam hendaknya bertindak sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah di tetapkan allah swt. karena allah melihat dan mengetahui apa yang dilakukan oleh hamba-Nya. 


4. Hikmah mujahadah an nafs
  • Dapat meminimalisasi akibat negatif dari perbuatan yang dilakukan, karena dipertimbangkan dengan matang.
  • Berusaha berbuat yang baik dan terbaik, sebaik perbuatan itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan allah.
  • Tidak cepat bereaksi terhadap berbagai permasalahan yang timbul.

Demikianlah penjelasan mengenai mujahadah an nafs (pengendalian diri), semoga kita semua bisa menerapkan mujahadah an nafs pada diri kita sehingga kita bisa terhindar dari hawa nafsu pada diri. Sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat.

Banggalah terhadap dirimu sendiri, walaupun memang tak ada yang menyukai. Kadang, mereka itu membenci karena mereka tak mampu menjadi seperti dirimu.